Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) memperkuat jejaring riset internasional melalui kolaborasi dengan Universidade Dili, Timor-Leste, dalam penelitian mengenai determinan stunting. Kerja sama ini bertujuan menghasilkan rekomendasi berbasis bukti guna mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia dan Timor-Leste, dua negara yang masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan masalah gizi anak.
Penelitian bertajuk Analysis of Stunting Determinants Among Children Aged 2–5 Years: A Comparative Study of Two Countries dipimpin oleh Prof. dr. Nur Indrawaty Lipoeto, M.Sc., Ph.D., Sp.GK(K) bersama Ratno Widoyo, SKM, MKM, Ph.D., dari Universitas Andalas. Tim peneliti juga melibatkan mahasiswa Program Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran UNAND, Nola Vita Sari dan Rezky Fauzan. Dari Universidade Dili, penelitian dipimpin oleh Dr. Seguito Monteiro, ST, SH, MH, dengan dukungan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Fitri Kusumasari, S.Psi., M.K.M., serta Filipe Da Costa.
Prof. Nur Indrawaty Lipoeto menjelaskan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan lintas negara. Menurutnya, penelitian komparatif ini diharapkan mampu mengidentifikasi faktor risiko yang bersifat spesifik di masing-masing negara sekaligus menemukan tantangan bersama sebagai dasar penyusunan kebijakan intervensi yang lebih efektif.
“Penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara. Melalui penelitian ini, kami ingin menghasilkan bukti ilmiah yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam merancang program yang lebih tepat sasaran sesuai dengan kondisi lokal masing-masing negara,” ujarnya pada Selasa (21/7).

Penelitian diawali dengan penyusunan protokol bersama, penyelarasan desain studi, penentuan variabel penelitian, serta penyesuaian instrumen agar sesuai dengan konteks sosial, budaya, dan bahasa di kedua negara. Pengumpulan data dilakukan pada anak usia 0–5 tahun beserta ibu atau pengasuh di Sumatera Barat dan Timor-Leste, mencakup status gizi, riwayat kesehatan, praktik pemberian makan, sanitasi, stimulasi tumbuh kembang, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.
Sementara itu, Filipe Da Costa menilai kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas penelitian di Timor-Leste sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Pertukaran pengalaman antara kedua negara, katanya, akan memperkaya pemahaman mengenai determinan stunting dan strategi penanggulangannya.
Kolaborasi ini juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan Universidade Dili yang memandang kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan berbasis riset untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Selain memperkuat hubungan akademik, penelitian ini membuka peluang pengembangan kerja sama pada bidang kesehatan lainnya di masa mendatang.
Penelitian ini merupakan bagian dari program International Research Network – EQUITY World Class University (WCU) 2025–2026 yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema EQUITY Program.
Melalui sinergi kedua perguruan tinggi, hasil penelitian diharapkan tidak hanya mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia dan Timor-Leste, tetapi juga menjadi referensi bagi negara berkembang lainnya serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan dikelola dalam skema EQUITY Program berdasarkan Kontrak Nomor 4304/B3/DT.03.08/2025.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
