Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) menjadi tuan rumah Pertemuan Forum Penjaminan Mutu (FPM) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat dengan tema “Kebijakan AIPT melalui SAPTO 2.0 dalam Mendukung Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 juncto Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026”. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi dalam menyikapi dinamika kebijakan akreditasi dan memperkuat budaya mutu pendidikan tinggi.

Lokakarya yang berlangsung selama dua hari ini merupakan pertemuan kedua FPM BKS-PTN Barat pada 2026 sekaligus menjadi momentum pelantikan kepengurusan baru periode 2026–2028. Kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta yang mewakili 20 institusi perguruan tinggi di wilayah barat Indonesia.
Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. terpilih sebagai Ketua FPM BKS-PTN Barat periode 2026–2028 melalui mekanisme aklamasi. Pelantikan kepengurusan baru tersebut dilakukan oleh Rektor UNAND, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt.

Dalam sambutannya, Ketua FPM BKS-PTN Barat menekankan pentingnya keberadaan forum sebagai wadah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kapasitas penjaminan mutu di tengah perubahan regulasi yang terus berlangsung. Forum ini juga menjadi sarana bagi perguruan tinggi untuk merespons tuntutan rekognisi, mengatasi kesenjangan kapasitas antarperguruan tinggi, serta memperkuat akuntabilitas dan dampak penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Mutu tidak tumbuh dalam kesendirian. Mutu tumbuh ketika kita saling belajar, saling menguji, dan saling menguatkan,” menjadi semangat yang mendasari kolaborasi antaranggota FPM BKS-PTN Barat.

Melalui forum ini, perguruan tinggi diharapkan dapat membangun kesamaan pemahaman terhadap kebijakan terbaru, termasuk penerapan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) 2.0. Upaya penjaminan mutu tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga harus tercermin dalam peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan program studi, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor UNAND, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., menyampaikan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi membutuhkan kerja keras dan sinergi dari seluruh elemen universitas. Capaian mutu tidak dapat bergantung pada upaya individu atau unit tertentu, melainkan memerlukan komitmen bersama yang terintegrasi.

UNAND terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan akreditasi dan pengakuan internasional. Saat ini, sebanyak 42 program studi di UNAND telah terakreditasi internasional, sementara proporsi program studi dengan predikat unggul mendekati 60 persen.
Rektor berharap pertemuan ini dapat menghasilkan rumusan dan solusi yang komprehensif dalam menyikapi perkembangan instrumen akreditasi, dengan menempatkan budaya mutu sebagai fondasi utama. Selain itu, penguatan mutu perlu memperhatikan relevansi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, akuntabilitas, serta diferensiasi misi setiap perguruan tinggi.

Kepengurusan FPM BKS-PTN Barat periode 2026–2028 sebelumnya telah ditetapkan di Palangkaraya pada Mei 2026. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, forum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun sistem penjaminan mutu yang adaptif, berkelanjutan, dan berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di wilayah barat Indonesia. (N)

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.