Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) melepas mahasiswa peserta Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 yang akan mengikuti ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di Makassar pada 21–25 Oktober 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Kampus Limau Manis, pada Selasa (20/10).
Wakil Rektor I UNAND, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng., menekankan pentingnya menonjolkan karakteristik daerah serta nilai inovasi yang menjadi keunggulan setiap program. Menurutnya, mahasiswa perlu menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memperlihatkan prospek pengembangan program, termasuk keberlanjutan yang didukung oleh data dan capaian di lapangan. Dengan demikian, program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kompetisi dan penghargaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata dalam jangka panjang.
“Program ini tidak hanya untuk dilombakan, tetapi harus memiliki keberlanjutan. Tunjukkan apa yang menjadi pembeda dari program yang lain, bagaimana inovasi tersebut menjawab persoalan masyarakat, serta bagaimana keberlanjutannya berdasarkan data yang telah diperoleh,” pesannya.
Pada ajang Abdidaya Ormawa 2026, UNAND mengusung dua program unggulan yang berangkat dari persoalan dan kebutuhan masyarakat. Kedua program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan di lingkungan masing-masing.
Tim Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer (Himatekom) UNAND mengusung program “Inovasi Teknologi Pengukuran Gizi Anak Melalui Sistem Otomatis dan Edukasi Digital untuk Pencegahan Stunting di Poskesmas Kelurahan Lohong.” Program ini berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengukuran gizi anak secara otomatis serta edukasi digital sebagai upaya pencegahan stunting.

Sementara itu, tim BEM KM UNAND menghadirkan program “GANTARA: Gerakan Antisipasi dan Ketangguhan Bencana Masyarakat Kelurahan Gurun Laweh Nanggalo melalui Mitigasi Terintegrasi Fase Hulu-Tengah-Hilir.” Program ini menitikberatkan pada penguatan ketangguhan masyarakat melalui pendekatan mitigasi bencana yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kedua program tersebut mencerminkan peran organisasi kemahasiswaan dalam mengembangkan solusi inovatif yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui PPK Ormawa, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam menjalankan program pemberdayaan, tetapi juga belajar membangun kolaborasi, mengukur dampak, dan merancang keberlanjutan program.
Keikutsertaan UNAND dalam Abdidaya Ormawa 2026 diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kualitas inovasi sekaligus memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program kemahasiswaan yang berdampak. Dengan mengedepankan kekhasan daerah, inovasi, dan keberlanjutan, program yang dikembangkan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun rangkaian kompetisi telah berakhir.
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
