Padang (UNAND) — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana (PKM TGB) SAKATO Universitas Andalas (UNAND) melaksanakan rangkaian pengabdian masyarakat bagi warga terdampak banjir di Kota Padang.

Kegiatan yang berlangsung sejak 12 hingga 31 Desember 2025 ini dipusatkan di Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Pauh, dengan fokus pada pelayanan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta dukungan pemulihan psikologis masyarakat pascabencana.

Sejak awal pelaksanaan, Tim SAKATO melakukan Rapid Health Assessment untuk memetakan kebutuhan warga, mengidentifikasi kelompok rentan, serta memastikan layanan yang diberikan tepat sasaran. Hasil pemetaan menjadi dasar dalam penentuan lokasi prioritas, alur pelayanan, serta kebutuhan obat-obatan.

Pelayanan kesehatan dimulai pada 16 Desember 2025 melalui kombinasi posko tetap dan pelayanan mobile. Pola ini dipilih untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat kerusakan jalan, aktivitas pembersihan rumah, atau keterbatasan transportasi. Sejumlah titik terdampak yang menjadi lokasi layanan di antaranya Gunung Nago, Batu Busuak, Tabing Banda Gadang, Brandon, dan Kampung Lapai.

Antusiasme masyarakat tampak tinggi. Pada 17 Desember 2025, pelayanan di Kecamatan Nanggalo mencatat sekitar 120 warga menerima pemeriksaan dalam satu hari. Keluhan yang paling banyak ditemukan meliputi gatal-gatal, pusing, sulit tidur, serta tekanan darah tinggi, terutama pada kelompok usia dewasa dan lansia. Tim memberikan pemeriksaan tanda vital, terapi awal, obat-obatan, serta edukasi kesehatan terkait kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit pascabanjir.

Di Kecamatan Pauh, pelayanan mobile juga berjalan intensif. Pada pelayanan di Batu Busuak dan Gunung Nago, tim menemukan keluhan flu, batuk, pegal badan, serta gangguan tidur akibat kelelahan dan kondisi psikologis pascabencana. Layanan dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Pauh guna memperkuat sistem rujukan dan koordinasi data kesehatan warga.

Selain layanan medis, Tim SAKATO melaksanakan program trauma healing bagi anak-anak dan lansia melalui aktivitas edukatif, komunikasi suportif, serta ruang aman untuk pemulihan emosional. Dalam kegiatan ini, disalurkan 125 paket healing anak berisi perlengkapan sekolah dan 120 paket dukungan bagi lansia.

Rangkaian kegiatan berlanjut hingga 27–28 Desember 2025 dengan layanan posko mobile di Kampung Lapai, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat bagi keluarga. Seluruh kegiatan dilengkapi pencatatan dan rekap layanan sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan tindak lanjut program.

Hingga hari terakhir pelaksanaan, Tim PKM TGB SAKATO UNAND mencatat lebih dari 1.000 warga memanfaatkan layanan kesehatan di dua kecamatan sasaran. Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan pascabencana sekaligus pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pemulihan masyarakat.

“Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan keluhan kesehatan jangka pendek, tetapi juga penguatan ketahanan kesehatan masyarakat melalui edukasi dan dukungan psikososial,” demikian disampaikan tim pelaksana dalam laporan kegiatan.

Program PKM TGB SAKATO ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek serta UNAND sebagai wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Kota Padang.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik