Agam ( UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi rujukan di Sumatra Barat melalui keterlibatan aktif dalam Program Pemulihan Layanan Dasar Pascabencana Banjir Bandang Kabupaten Agam yang dilaksanakan pada 18–25 Desember 2025. Program ini merupakan kolaborasi antara Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Andalas, dengan dukungan HIPELKI, serta pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Sebagai mitra strategis lokal, UNAND berperan penting dalam koordinasi lapangan, pemetaan kebutuhan masyarakat, serta penguatan jejaring dengan pemangku kepentingan daerah di wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Malalak Timur dan Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Sinergi Perguruan Tinggi untuk Pemulihan Layanan Dasar
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam berdampak signifikan terhadap akses masyarakat terhadap air bersih, listrik, dan layanan kesehatan primer. Merespons kondisi tersebut, tim gabungan UNS–UNAND melaksanakan pengabdian kepada masyarakat tanggap darurat dengan pendekatan berbasis kebutuhan lapangan dan keberlanjutan fungsi layanan publik.
Melalui keterlibatan dosen dan jejaring lokalnya, UNAND berkontribusi dalam memastikan intervensi program berjalan selaras dengan kondisi sosial, geografis, dan kelembagaan setempat. Hal ini memungkinkan bantuan tidak hanya bersifat logistik jangka pendek, tetapi juga mendukung pemulihan awal layanan dasar masyarakat pascabencana.
Dampak Nyata bagi Masyarakat Agam
Program pengabdian ini memberikan manfaat langsung kepada 308 penyintas banjir bandang, yang tersebar di Kecamatan Malalak Timur dan Palembayan. Kegiatan mencakup penyaluran bantuan logistik, pemasangan instalasi air bersih, distribusi filter air siap minum, penyediaan energi listrik darurat melalui genset dan power pack, serta dukungan bantuan farmasi pada fasilitas kesehatan primer.
Di Kecamatan Palembayan, program difokuskan pada pembangunan instalasi tandon air dan penyediaan listrik darurat bagi sekolah, puskesmas, dan posko kebencanaan. Sementara di Kecamatan Malalak Timur, intervensi diarahkan untuk mendukung fasilitas ibadah dan layanan kesehatan sebagai pusat aktivitas dan koordinasi masyarakat pascabencana.
Komitmen UNAND untuk Pengabdian Berbasis Dampak
Keterlibatan UNAND dalam program ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis dampak dan kolaborasi lintas institusi. Sinergi dengan UNS dan mitra nasional menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam respon cepat kebencanaan, penguatan ketahanan masyarakat, serta pembangunan berbasis kolaborasi.
Ke depan, UNAND mendorong agar model kolaborasi pengabdian tanggap darurat ini dapat direplikasi dan dikembangkan sebagai best practice pengabdian perguruan tinggi di wilayah rawan bencana, khususnya di Sumatra Barat.

