Padang (UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) dalam rangka penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Gedung Rektorat UNAND, Jumat (9/1).

PKS ditandatangani oleh Kepala DKPPP Kabupaten Kepulauan Mentawai, Zakirman, dan Wakil Rektor IV UNAND Bidang Perencanaan, Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Prof. Henmaidi. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pertanian terpadu di wilayah kepulauan.

Prof. Henmaidi menyampaikan bahwa UNAND memiliki bidang unggulan yang relevan untuk mendukung kebutuhan pembangunan Mentawai, meliputi riset pertanian dan pangan, kesehatan dan obat-obatan, energi, serta kebencanaan. UNAND juga menyatakan kesiapan mendukung melalui pengalaman dalam penyusunan Studi Investigasi dan Desain (SID) sawah, termasuk pelaksanaan survei cetak sawah yang telah dilakukan di sejumlah daerah seperti Sumatera Selatan.

Lebih lanjut, UNAND juga siap mengembangkan konsep food estate yang terintegrasi dengan agro wisata, sehingga kawasan pertanian tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi pangan, tetapi juga bernilai tambah dari sisi ekonomi dan pariwisata. “Melalui kerja sama ini, kami berharap peran UNAND dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dimaksimalkan,” ujar Prof. Henmaidi.

Selain penguatan sektor pertanian, kerja sama ini juga membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada jenjang pascasarjana. Sejumlah fakultas di UNAND telah merancang skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan pengalaman kerja dan praktik lapangan diakui sebagai satuan kredit semester (SKS).

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana menjelaskan bahwa karakter geografis Mentawai yang terdiri dari empat pulau besar menghadirkan tantangan tersendiri dalam pembangunan pertanian.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyusun rencana induk pertanian untuk memetakan komoditas unggulan di masing-masing pulau, sekaligus mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang belum termanfaatkan.

Pemkab Mentawai juga menargetkan pembukaan sawah hingga 1.000 hektare sebagai bagian dari upaya menuju swasembada pangan. Kawasan persawahan tersebut ke depan dirancang sebagai kawasan agro wisata yang terintegrasi dengan aktivitas pariwisata, seperti jalur jogging dan ruang edukasi pertanian.

Penandatanganan PKS ini turut disaksikan oleh Bupati Kepulauan Mentawai, pimpinan fakultas di lingkungan UNAND, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memastikan implementasi kerja sama berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi pembangunan Kepulauan Mentawai.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik