Padang (UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) menerima kunjungan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) dalam rangka pertemuan bersama Fakultas Kedokteran UNAND pada Jumat (9/1). Pertemuan berlangsung di Ruang Direktorat Kerja Sama dan Hilirisasi Riset, Lantai 3 Gedung Rektorat UNAND.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Diskusi difokuskan pada peluang sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pemanfaatan hasil riset dan inovasi, terutama yang beririsan dengan pengembangan UMKM dan sektor kesehatan. Pembahasan mencakup potensi kolaborasi riset terapan, pengembangan produk berbasis inovasi, serta dukungan hilirisasi riset yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang terukur bagi masyarakat.

Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset UNAND, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal untuk merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret antara UNAND dan Kementerian UMKM. Ia menilai UNAND memiliki kapasitas riset dan sumber daya akademik yang siap mendukung pengembangan UMKM berbasis inovasi, termasuk di bidang kesehatan, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UNAND, Prof. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi dengan Kementerian UMKM merupakan bagian dari strategi universitas dalam memperkuat hilirisasi riset dan memperluas dampak hasil penelitian. Menurutnya, kemitraan ini diharapkan mampu menghasilkan program-program berkelanjutan yang tidak hanya mendorong inovasi dan penguatan UMKM, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pencapaian target SDGs.

Melalui pertemuan ini, UNAND dan Kementerian UMKM diharapkan dapat menindaklanjuti hasil diskusi ke dalam kerja sama yang lebih terstruktur, baik dalam riset, pengembangan produk, maupun program pemberdayaan UMKM berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, guna memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik