Karawang (UNAND) — Hilirisasi dan peningkatan produktivitas gambir dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong kedaulatan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. Hal tersebut tercermin dalam rangkaian inovasi produk berbasis gambir yang ditampilkan pada kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang diselenggarakan Kementerian Pertanian pada (7/1) Karawang, dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Kegiatan nasional ini dipimpin oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta melibatkan Direktorat Jenderal Perkebunan di bawah kepemimpinan Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., dan PT Perkebunan Nusantara IV yang dipimpin Jatmiko Krisna Santosa dengan dukungan Direktur Strategi dan Sustainability, Ugun Untaryo. Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah, industri, dan perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan gambir sebagai komoditas strategis nasional berbasis sumber daya lokal.

Melalui sinergi antara Universitas Andalas (UNAND), PTPN IV, dan Direktorat Jenderal Perkebunan, gambir dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah, mulai dari gambir murni, katekin, dan tanin, hingga produk untuk sektor kesehatan, kosmetik, industri, serta pangan dan minuman. Pendekatan hilirisasi ini menjadi bagian dari penguatan sistem produksi dan konsumsi yang berkelanjutan serta peningkatan daya saing industri nasional.

Wakil Rektor IV UNAND, Prof. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa penguatan hilirisasi gambir tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga pada penguatan posisi petani dalam rantai nilai. Menurutnya, dukungan riset dan inovasi dari perguruan tinggi menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan usaha gambir sekaligus menciptakan keadilan ekonomi bagi masyarakat penghasil.

Ia menegaskan bahwa pengembangan gambir sejalan dengan mandat UNAND sebagai universitas berbasis wilayah yang berperan aktif dalam mendukung program strategis nasional. UNAND, kata dia, siap menjadi mitra pemerintah dan industri dalam mengembangkan gambir dari hulu hingga hilir berbasis riset dan inovasi.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset UNAND, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi dengan pasar yang luas. Penguatan hilirisasi, menurutnya, akan membuka peluang usaha baru, meningkatkan daya saing produk, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan petani.

Partisipasi aktif UNAND dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan ini sekaligus menegaskan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik