Padang (UNAND) — Sekitar 800 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak bencana di Sumatera Barat mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana Regional 2 Sumatera Barat di Universitas Andalas (UNAND), Jumat (2/10). Kegiatan ini mendorong pemulihan usaha melalui penguatan produksi, perluasan pasar, serta peningkatan literasi keuangan dan akses pembiayaan.

Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Moraza, menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus berlanjut pada pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat kembali berusaha sekaligus meningkatkan daya saing.

“Produksi harus semakin baik, produk semakin kompetitif, pasar semakin luas, dan pendapatan semakin kuat,” ujarnya.

Helvi mendorong pelaku usaha memperbaiki kualitas produk dan kemasan, meningkatkan efisiensi produksi, memanfaatkan kanal digital, serta membenahi pencatatan keuangan untuk membuka peluang pembiayaan.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, M. Riza Damanik, Ph.D., menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan bantuan bagi sekitar 38 ribu UMKM di Sumatera Barat dengan alokasi sekitar Rp115 miliar. Dukungan tersebut perlu diiringi peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pemulihan usaha dapat berkelanjutan.

“Tidak cukup dari sisi pembiayaan saja, tentu penting juga untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya,” kata Riza.

Peserta mengikuti tiga kelas yang mencakup peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan akses pembiayaan. Kegiatan juga dilanjutkan dengan panel “Strategi Peningkatan Kapasitas Usaha (Produksi, Pasar dan Pembiayaan)” bersama wirausaha jagoan lokal.

Rektor UNAND, Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt menekankan bahwa bencana berdampak langsung pada keberlangsungan UMKM, mulai dari terhentinya produksi hingga terganggunya pasar, logistik, modal, dan jaringan usaha.

Untuk mendukung pemulihan, UNAND menyediakan ekosistem pendampingan melalui Science Techno Park, inkubator bisnis, laboratorium, serta kepakaran lintas bidang. Dukungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan pengujian produk, perlindungan kekayaan intelektual, serta pendampingan usaha.

Rektor mengajak peserta memanfaatkan kegiatan ini sebagai pintu masuk untuk memperoleh pengetahuan dan membangun pendampingan lanjutan bersama UNAND.

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, berharap pemulihan tidak sekadar mengembalikan kondisi usaha sebelum bencana, tetapi juga membentuk UMKM yang lebih kuat, adaptif, dan mampu menjangkau pasar lebih luas.

“Jangan takut untuk memulai kembali. Dan jangan biarkan bencana menghentikan langkah-langkah kita,” ujarnya.

Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan asosiasi UMKM menjadi kunci agar pelatihan berlanjut menjadi pendampingan nyata bagi pemulihan ekonomi masyarakat.(CF)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik