Padang (UNAND) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNAND melaksanakan aksi kepedulian bertajuk "Pendampingan Psikososial dan Spiritual Support" bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di kawasan Salingka UNAND. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat (16/1) di Airo Cafe & Restaurant, Padang, dengan menghadirkan sekitar 50 warga penyintas bencana dari wilayah Kapalo Koto dan sekitarnya.

Ketua DWP UNAND, Ny. Laila Isrona EY, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa empati yang mendalam terhadap masyarakat yang berada di lingkungan sekitar kampus.

"Kami merasa ada ikatan kuat antara UNAND dengan warga di daerah Batu Busuk, Kapalo Koto, dan sekitarnya. Apa yang terjadi di daerah 'Salingka Unand' ini, kami juga turut merasakannya. Kehadiran kami adalah tanda bahwa kami memperhatikan dan peduli kepada bapak dan ibu semua," ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pemilihan waktu kegiatan yang bertepatan dengan momentum 27 Rajab diharapkan dapat memberikan kekuatan tambahan bagi para penyintas. "Di tanggal yang kita yakini sebagai Isra Mikraj Nabi kita ini, mudah-mudahan dengan tetap menanamkan keyakinan itu, insyaallah kita tetap dikuatkan sebagai umat yang selalu dirindukan Nabi," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Puskesmas Pauh, dr. Lola, menekankan pentingnya pemulihan mental selain bantuan fisik yang telah berjalan lebih dari sebulan.

"Kerugian materi mungkin bisa kita obati, namun yang sering tersisa adalah gangguan pada jiwa atau mental kita. Di sini kita melakukan pemulihan jiwa agar kesedihan akibat kehilangan keluarga atau harta benda tidak berlarut-larut menjadi penyakit,” jelas dr. Lola.

Apresiasi senada disampaikan oleh Bapak RW 02 Kapalo Koto. la menyebutkan bahwa dari sekitar 100 warga yang terdampak, 50 orang hadir dengan prioritas bagi mereka yang rumahnya hanyut atau rusak berat.

"Kami berterima kasih karena UNAND sudah berkali-kali memberikan bantuan. Selain untuk orang dewasa, hari ini kami juga bersyukur ada kegiatan serupa untuk menyehatkan mental anak-anak kami agar mereka tidak trauma akibat bencana ini," ungkapnya.

Melalui sinergi antara akademisi, tenaga medis, dan masyarakat ini, diharapkan warga Salingka Unand dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka dengan lebih optimis.

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik