Padang (UNAND) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Universitas Andalas (UNAND) Kelompok Kapalo Koto 7 melaksanakan kegiatan dukungan psikososial dan pemulihan kesehatan mental anak pascabencana hidrometeorologi di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, pada Sabtu (18/1).
Kelompok KKN Kebencanaan ini diketuai oleh Noufal Azhariyanto, mahasiswa Fakultas Hukum, dengan jumlah anggota sebanyak 23 orang, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Ferdinal. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi wujud komitmen UNAND dalam mendukung upaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana.
Kelurahan Lambung Bukit tercatat sebagai salah satu wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor akibat tingginya intensitas curah hujan. Selain menimbulkan kerusakan infrastruktur dan lingkungan permukiman, bencana tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan.
Noufal Azhariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan dukungan psikososial ini dirancang untuk membantu anak-anak bangkit secara emosional setelah mengalami bencana.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak, agar mereka bisa kembali tersenyum, berani berinteraksi, dan perlahan memulihkan rasa percaya diri mereka setelah peristiwa bencana yang cukup berat,” ujar Noufal.
Ia menambahkan, pendekatan edukatif dan rekreatif dipilih agar proses pemulihan psikologis dapat berlangsung secara alami tanpa memberikan tekanan kepada anak-anak.

“Melalui kegiatan seperti mewarnai, eco-print, dan permainan kelompok, kami berharap anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka dengan bebas, sekaligus membangun kembali semangat dan keceriaan,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Ferdinal, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk pembelajaran sosial yang penting bagi mahasiswa sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
“KKN Kebencanaan bukan hanya tentang hadir di lokasi bencana, tetapi bagaimana mahasiswa mampu membaca kebutuhan masyarakat dan memberikan intervensi yang tepat, termasuk pada aspek psikososial yang sering kali luput dari perhatian,” tutur Prof. Ferdinal.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 100 anak dari Kelurahan Lambung Bukit dengan berbagai aktivitas, dimana seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan mempertimbangkan usia, kebutuhan psikologis, dan kondisi sosial anak-anak pascabencana.
Dukungan psikososial yang diberikan di Kelurahan Lambung Bukit diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan berkelanjutan serta memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(Zulkifli Surahamdani)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

